Penyakit Bronkitis


Assalamualaikum Wr.Wb.
     Halo teman-teman semua selamat berkunjung di tulisan kedua aku. Mungkin diantara kalian ada yang sudah membaca tulisanku sebelumnya yang membahas tentang jahe merah. Kali ini aku akan membahas tentang penyakit bronkitis. Lupakan sejenak Jahe Merah, kita fokus pada penyakit Bronkitis. Kalian tau gak sih apa itu penyakit Bronkitis? Kalau ada yang menjawab penyakit yang berhubungan dengan organ pernafasan, itu benar sekali.
      Pada tahun 2007 di Negara berkembang seperti Indonesia infeksi saluran pernafasan bawah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Resiko penularan setiap tahun di Indonesia di anggap cukup tinggi. Di Indonesia yang terinfeksi bronkhitis sekitar 1.6 juta orang. Bronkhitis adalah suatu peradangan pada bronkus, bronkhiali, dan trakhea (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan usia lanjut, bronkhitis bisa menjadi masalah serius (Arif, 2008).

Ilustrasi penyakit Bronkitis

     Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya, penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis dapat bersifat serius. Secara umum, bronkitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis (Suryo, 2010).
Ø  Jenis Bronkitis
a.      Bronkitis kronis didefinisikan sebagai adanya sekresi mukus yang berlebihan pada saluran pernapasan (bronchial tree) secara terus-menerus (kronik) dengan disertai batuk. Pengertian terus-menerus (kronik) adalah terjadi sepanjang hari selama tidak kurang dari tiga bulan dalam setahun dan telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut.
b.   Bronkitis akut merupakan peradangan akut membran mukosa bronkus yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Penyakit ini sering melibatkan trakea sehingga lebih tepat jika disebut trakeobronkitis akut (Djojodibroto, 2009). 
Ø  Penyebab Bronkitis
a.    Bronkitis infeksiosa, disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri atau organisme lain yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamyidia).
b.    Bronkitis iritatif, karena disebabkan oleh zat atau benda yang bersifat iritatif seperti debu, asap (dari asam kuat, amonia, bromin), dan polusi udara (Iskandar, 2010).
Ø  Tanda dan Gejala
a.      Batuk Produktif
Sifat batuk yang terdapat pada penderita bronkitis kronik berupa batuk yang kental terus-menerus yang menandakan adanya inflamasi lokal.
b.     Sesak napas
Sesak napas merupakan gejala signifikan yang terjadi pada pernderita COPD. Beban otot inspirasi dibutuhkan untuk melawan resitensi aliran napas akibat bronkokontriksi meningkat.
c.      Suara napas mendecit
Napas berbunyi mendecit menandakan adanya penyempitan saluran napas, baik secara fisiologik (oleh karena dahak) maupun secara anatomik (oleh karena kontriksi). Hal itu dikarenakan oleh aspirasi refluks esophagus (Djojodibroto, 2009).
Ø  Pengobatan Bronkitis
     Sebagian besar kasus bronchitis akut akan hilang sendiri dalam beberapa minggu. Penderita hanya perlu banyak istirahat, minum banyak cairan, dan minum sedikit obat untuk menghilangkan beberapa gejala misalnya demam bisa diberikan paracetamol atau ibuprofen.
    Dalam beberapa kasus, gejala bisa berlangsung lebih lama, jika berlangsung lebih dari tiga bulan dalam setahun dan setidaknya dua tahun berturut-turut, disebut bronchitis kronis. Tidak ada obat khusus untuk bronchitis kronis, namun beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu meringankan gejala seperti : mengonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi virus atau bakteri, olahraga ringan secara teratur, berhenti merokok hindari lingkungan perokok atau polusi udara lainnya, dapatkan vaksinasi influenza, jaga kebersihan tubuh dan pakailah masker terutama di tempat-tempat dengan kualitas udara yang buruk.
  Nah teman-teman semoga tulisanku yang kedua ini dapat bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Mohon dimaafkan jika masih banyak kekurangan dan sampai jumpa lagi di tulisanku berikutnya yaa..
Wassalamualaikum Wr. Wb.


REFERENSI
Arif, M. 2008. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 2. Edisi III. Jakarta: Penerbitan Media Aesculapius FKUI.
Djojodibroto, D. 2009. Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
https://www.honestdocs.id/bronchitis (Diakses pada tanggal 16 juni 2019).
https://id.wikipedia.org/wiki/Bronkitis (Diakses pada tanggal 16 juni 2019).
Iskandar, Junaidi. 2010. Penyakit Paru dan Saluran. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer.
Suryo, Joko. 2010. Herbal Penyembuh Gangguan Sistem Pernapasan. Yogyakarta : B First.

Komentar

Posting Komentar